Dari Aceh Untuk Dunia
Universitas Syiah Kuala berhasil membangun pusat riset mitigasi tsunami dan bencana. Dirintis dan dipimpin oleh dua doktor yang terpacu oleh semangat para syuhada. Menghimpun para periset lokal dan mancanegara.
***
Dari lantai III gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), langit Ulee Lheue, Aceh, sore itu terlihat cerah keemasan. Tabir cakrawala dihiasi sepancaran pelangi. Senada dengan warna gedung milik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) itu, yang berbalut hijau, kuning emas, dan putih. Warna-warna yang melambangkan kejayaan dan cita-cita untuk berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman.
Read the rest of this entry »
Regulasi Penyiaran Selera Aceh

Gelisah pada mutu tayangan televisi nasional, KPID Aceh menawarkan qanun penyiaran lokal. Dikritik mengabaikan kemajemukan dan mengumbar sensor berlebihan. Kenapa DPR Aceh masih diam?
***
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Aceh, awal Maret lalu, merilis Rancangan Qanun (Raqan) tentang Program dan Isi Siaran Lembaga Penyiaran di Aceh. Beberapa muatan khas yang masuk ruang lingkup pengaturan draf berisi 28 pasal itu, antara lain, penghormatan pada syariat Islam di Aceh, pedoman kesopanan dan kesusilaan, serta bab sensor.
Read the rest of this entry »
Pelajaran dari seorang, Susan Boyle – Winner Britain’s Got Tallent -
BULAN April 2010, memasuki minggu ketiga. Udara di Banda Aceh tak seperti hari-hari sebelumnya yang panas dan sangat “menggigit “ kulit. Warna kulit saya yang hitam, semakin terlihat hitam (meski masalah kulit tak sepenuhnya menyalahkan matahari) .
Minggu ketiga bulan april, adalah hari-hari yang sangat padat. Saya beserta rekan-rekan kerja di tim Training Knowledge Management, EO yang baru kami bentuk, mempersiapkan target-target pencapaian yang harus kami kejar. April adalah bulan kedua kami (saya dan teman teman) bergabung dalam EO yang kami bentuk sendiri
Read the rest of this entry »
Dari Mantan Pejuang GAM Menjadi Aktivis Lingkungan
Beberapa mantan pejuang GAM direkrut menjadi penjaga hutan. Ulu Masen diakui dunia sebagai hutan penyerap karbon. Bisa menghasilkan US$ 26 juta dalam konteks perdagangan karbon.
***
Sebuah papan besar dan panjang berisi ajakan menjaga hutan terpampang jelas. “Rakyat makmue beusare”, begitu tulisan di papan tersebut. Hutan kita jaga, maka rakyat makmur bersama, demikian kira-kira terjemahan lepas dari bahasa Aceh ke Indonesia. Papan yang terletak di pinggir hutan Ulu Masen itu menandai sebuah stigma baru yang beredar di masyarakat Aceh pada saat ini.
Read the rest of this entry »
Dari Pamulang Sampai Aceh
Pedal
aman Aceh dijadikan sebagai kamp pelatihan kelompok bersenjata, diduga teroris. Gerombolan teroris Aceh ini ditengarai terkait dengan jaringan teroris Dulmatin yang digulung polisi di Pamulang, selatan Jakarta. Penyergapan di Pamulang menewaskan tiga lelaki, satu di antaranya disebut-sebut sebagai Dulmatin, gembong teroris internasional buronan Interpol dan CIA.
***
Kawasan yang menggemparkan itu letaknya sekitar 15 kilometer arah timur Kota Jantho, ibu kota Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dari Kota Banda Aceh hanya terpaut 75 kilometer arah timur. Karena lokasinya di pedalaman hutan dengan topografi perbukitan terjal, selama ini kawasan Krueng Linteung di Perbukitan Jalin itu luput dari perhatian masyarakat Aceh.
Read the rest of this entry »
Trudabur Muda Mengincar Rekor Dunia
Muda Balia b
erkecimpung dalam seni peugah haba sejak kelas IV sekolah dasar. Banyak yang menyetarakan kemampuannya berhikayat dengan seniman kondang Aceh, Adnan PMTOH (almarhum).
Semangat dan energi Muda Balia, sang trudabur muda dari Aceh Selatan, betul-betul menggebu. Setelah mengantongi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai trubadur atawa penutur hikayat Aceh yang beraksi 26 jam tanpa henti, Muda Balia tengah menyiapkan lompatan ke depan yang lebih seru: bertekad beraksi di pentas selama tujuh hari tujuh malam secara terus-menerus.
Read the rest of this entry »
Lelaki dari “Negeri Lima Menara”
SEBUAH BUKU SAYA LIHAT di deretan Best Seller Gramedia sekitar hampir setahun yang lalu. buku itu berjudul Negeri Lima Menara. sekilas dari judulnya terlihat unik. pikiran saya menerawang dan menyangka ini buku tentang perjalanan sang penulis ke lima Negara. Ternyata tidak. Dugaan msaya melesat. Buku ini tentang kisah perjuangan penulis semasa sekolah di sebuah pesantren Madani. Penulis itu, Ahmad Fuadi
Read the rest of this entry »
Bangkit Dengan daya Sendiri
TIDAK MUDAH memasuki kawasan Desa Indah di kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah. Jaraknya dari Kota takengon adalah 60-70 kilometer. Jarak nya dari Banda Aceh sekitar 522 kilometer. Jalan nya berdebu karena terdiri Dario bebatuan dan pasir, belum kunjung dilapisi aspal
Read the rest of this entry »
Ketika Tanah Bergoyang dan Air Bah Menerjang
Pat Ujen yang Han Pirang, Pat Prang Yang Han reda / tidak ada hujan yang tidak berhenti, tak ada perang yang tak selesai
Peribahasa Aceh di atas, mengungkapkan betapa panjang nya konflik di Aceh, tiga puluh dua tahun, di susul Gempa dan gelombang pasang tsnunami, 26 Desember 2004. Atas kehendak Allah, semua bias selesai dan reda
Read the rest of this entry »
Lima Tahun Setelah Tsunami, Lalu…
LIMA TAHUN
SILAM, persisnya 26 Desember 2004, adalah saat yang paling menyesakkan bagi bangsa Indonesia. Hanya dalam hitungan tak sampai setengan jam, gempa besar dan gelombang tsunami memorak-porandakan sebagian wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Tak hanya bangunan dan infrastruktur yang hancur. Bencana itu pun memakan korban lebih dari 200.000 jiwa. Puluhan ribu orang kehilangan orang tua, anak, sanak saudara. Ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal yang musnah ditelan air bah. Kini, lima tahun pasca-bencana, kondisi Aceh mulai pulih, walau disana-sini masih tersisa masalah. Aceh tengah menggeliat, berusaha menghidupkan kembali seluruh sendi kehidupan yang terhempas oleh bencana paling dahsyat dalam millennium baru ini.
Read the rest of this entry »

The Journey of Hendra 



