Trudabur Muda Mengincar Rekor Dunia
Muda Balia b
erkecimpung dalam seni peugah haba sejak kelas IV sekolah dasar. Banyak yang menyetarakan kemampuannya berhikayat dengan seniman kondang Aceh, Adnan PMTOH (almarhum).
Semangat dan energi Muda Balia, sang trudabur muda dari Aceh Selatan, betul-betul menggebu. Setelah mengantongi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai trubadur atawa penutur hikayat Aceh yang beraksi 26 jam tanpa henti, Muda Balia tengah menyiapkan lompatan ke depan yang lebih seru: bertekad beraksi di pentas selama tujuh hari tujuh malam secara terus-menerus.
Read the rest of this entry »
Lelaki dari “Negeri Lima Menara”
SEBUAH BUKU SAYA LIHAT di deretan Best Seller Gramedia sekitar hampir setahun yang lalu. buku itu berjudul Negeri Lima Menara. sekilas dari judulnya terlihat unik. pikiran saya menerawang dan menyangka ini buku tentang perjalanan sang penulis ke lima Negara. Ternyata tidak. Dugaan msaya melesat. Buku ini tentang kisah perjuangan penulis semasa sekolah di sebuah pesantren Madani. Penulis itu, Ahmad Fuadi
Read the rest of this entry »
Bangkit Dengan daya Sendiri
TIDAK MUDAH memasuki kawasan Desa Indah di kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah. Jaraknya dari Kota takengon adalah 60-70 kilometer. Jarak nya dari Banda Aceh sekitar 522 kilometer. Jalan nya berdebu karena terdiri Dario bebatuan dan pasir, belum kunjung dilapisi aspal
Read the rest of this entry »
Ketika Tanah Bergoyang dan Air Bah Menerjang
Pat Ujen yang Han Pirang, Pat Prang Yang Han reda / tidak ada hujan yang tidak berhenti, tak ada perang yang tak selesai
Peribahasa Aceh di atas, mengungkapkan betapa panjang nya konflik di Aceh, tiga puluh dua tahun, di susul Gempa dan gelombang pasang tsnunami, 26 Desember 2004. Atas kehendak Allah, semua bias selesai dan reda
Read the rest of this entry »
Lima Tahun Setelah Tsunami, Lalu…
LIMA TAHUN
SILAM, persisnya 26 Desember 2004, adalah saat yang paling menyesakkan bagi bangsa Indonesia. Hanya dalam hitungan tak sampai setengan jam, gempa besar dan gelombang tsunami memorak-porandakan sebagian wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Tak hanya bangunan dan infrastruktur yang hancur. Bencana itu pun memakan korban lebih dari 200.000 jiwa. Puluhan ribu orang kehilangan orang tua, anak, sanak saudara. Ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal yang musnah ditelan air bah. Kini, lima tahun pasca-bencana, kondisi Aceh mulai pulih, walau disana-sini masih tersisa masalah. Aceh tengah menggeliat, berusaha menghidupkan kembali seluruh sendi kehidupan yang terhempas oleh bencana paling dahsyat dalam millennium baru ini.
Read the rest of this entry »
Dari Muhammad Yunus untuk Kaum Miskin
SETIAP AKHIR PE
KAN saya selalu menyempatkan diri membaca buku. Membaca buku, merupakan semacam perjalanan batin saya setelah berkutat dengan kerja yang ritmenya tak pernah bisa ditebak. Jadi, akhir pekanlah waktu yang saya persiapkan untuk memenuhi hobi saya, yaitu membaca.
Minggu ini saya mengulang yang keenam kali, membaca buku Muhammad Yunus, Bank Kaum Miskin. Nama Muhammad Yunus, tentu tidak asing lagi bagi kita, apalagi setelah beliau mendapat nobel perdamaian.
Read the rest of this entry »
Pahlawan Is Hero…
LIMA TAHUN YANG LALU saya ketemu seorang wanita warga negara asing, namanya Sarah Henderson. ia seorang janda berusia 60 tahun, pensiunan, tinggal di New York Amerika Serikat. Setelah bencana tsunami menghempas Aceh, dia mencairkan tabungan pensiunnya dan pergi ke negeri Serambi Mekkah ini.
Read the rest of this entry »
Mental Miskin atau kemiskinan strukturalkah?
SETAHUN YANG LALU saya menonton sebuah sinema Indonesia, di Laptop. Saya menonton sebuah film yang menurut saya boleh menjadi salah satu referensi untuk guru dalam mendidik, untuk orang kaya agar tak sombong, untuk kita semua agar lebih peduli lingkungan : Laskar Pelangi.
Bagi yang sudah menonton, lebih kurang pasti tahu ceritanya. Bagi yang belum akan saya share, penggalan nya. Dalam film yang diangkat dari novel Andrea Hirata ini , ada kisah seorang anak nelayan miskin yang memiliki tekad untuk sekolah. Awalnya ia sekolah karena terpaksa, disuruh ayahnya karena sang ayah tidak ingin anaknya juga jadi nelayan miskin seperti dirinya.
Read the rest of this entry »
Cinta Dalam Seekor Nyamuk

DESEMBER 2009 BERAKHIR. Musim hujan mulai datang di Bulan Januari 2010. Langit Banda Aceh berwarna biru cerah. Indah. Jarang sekali terlihat di tempat yang lain. Aku baru saja menyelesaikan tulisan panjang tentang lima tahun pasca gempa dan tsunami di Aceh. Persiapan untuk tulisan ini cukup matang dan manjang
Read the rest of this entry »
Balada Negeri
…Bukan lautan, hanya kolam susu,
…kail dan jala cukup menghidupimu,
…tiada badai tiada topan kautemui,
…ikan dan udang menghampiri dirimu.
…orang bilang tanah kita tanah surga,
…tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”
(berfikir sejenak)
Ini sepenggal syair lagu dari Nusantara yang dibawakan oleh Koes Plus. Indonesia digambarkan begitu subur dan kekayaan yang melimpah dari sumber bumi. Bayangkan harta berupa emas, perah, minyak bumi, kelapa sawit, tembaga dan lainnya banyak terdapat disini. Belum lagi suburnya tanah ini dimana menanamkan kayu bisa menjadi pohon dan menghasilkan uang. Nusantara yang dikatakan zambrut khatulistiwa, permata bak mutu manikam di bumi selatan ini. Yang membuat Belanda tertarik menjajah Indonesia karena kekayaan alamnya.
Read the rest of this entry »

The Journey of Hendra 




