Epilog – Entikong- Dalam “Batas”
SEJATINYA negara adalah organisasi yang amat kokoh dan kuat. Di dalamnya ada banyak unsur, seperti penduduk, wilayah, angkatan bersenjata, sistem birokrasi, dan sebagainya. Semua ini tentu tak begitu saja terjadi. Ini merupakan hasil perkembangan berabad-abad, sejak abad ke-16 di Eropa Barat, dan ditiru di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun saat ini tidak ada entitas politik yang disebut “negara” yang tidak mempunyai kedaulatan, baik kedaulatan ke dalam maupun keluar.
Read the rest of this entry »
Menulislah, Berbagi dan Jangan Berhenti
“Dengar, itu bukan burung biasa, suaranya sangat berbeda”, Kata Tim Folger, kepada saya, minggu lalu itu di sebuah perkampungan di Lhoknga, Aceh Besar. Tim adalah salah seorang penulis di National Geographic Amerika, yang sedang berkunjung ke Aceh. Kunjungan Tim ke Aceh, adalah yang pertama kali. Namun ia kelihatan punya persiapan penuh. Semua tentang Aceh ia baca. Beberapa buku yang sempat saya lihat menunjukan catatan sejarah panjang tsunami di Sumatera, sebelum 2004. Bahkan bukan itu saja, Tim sampai hapal suara burung apa yang melintas disekitar kami. Bukan pengetahuan biasa.
Read the rest of this entry »
Selalau Ada Jalan Jika Kita Mau
DREAM IS COME TRUE. Mimpi yang menjadi kenyataan. Peribahasa sepertinya tepat menggambarkan perasaan saya bertemu dengan sosok penulis, yang tulisannya sudah saya baca sejak duduk di kelas 2 SMU dulu. Penulis itu, DR. Ninok Leksono. Mengenal Pak Ninok nyaris saya dapatkan hanya melalui tulisannya di Koran Kompas. Tepatnya, saya membaca pemikiran cerdas dan ide–ide cemerlang nya lewat tulisan. Ya, memang hanya lewat tulisan.
Read the rest of this entry »
Masih Ada Cerita Dari Samalanga
HARI masih terasa sangat muda. Kamis, 16 Desember 2010. Saya dan teman teman tiba di sebuah kecamatan yang bernama Samalanga. Perjalanan menuju Samalanga kami tempuh satu jam dari Ibukota Kabupaten Bieruen. Kami memutuskan untuk ke Samalanga, karena 70 km dari kota kecamatanya, kami ada sebuah kecamatan yang paling berat terkena dampak gempa dan gelombang tsunami, yang menghantam Nanggroe Aceh, 26 Desember 2004 yang lalu.
Read the rest of this entry »
10,9 Detik yang Sangat Berarti
(Belajar Dari Gempa dan Tsunami Jepang)
ALLAHUAKBAR. Ya Rahman, Ya Rahim. Kalimat tersebut tak berhenti saya dengar dari mulut teman-teman sekantor yang menyaksikan acara yang ada di chanel TV, di kantor kami. Seakan terperangah dan merasakan apa yang dirasakan. Saya pun bergerak menambah jumlah penonton di ruang tamu berukuran 6 x 5 meter tersebut. Subhanallah, Jepang di rundung pilu. Gempa berkekuatan 8,9 sekala Richter disertai tsunami, kembali menghantam negeri yang dikenal dengan “bunga sakura”- tersebut.
Read the rest of this entry »
Dari Aceh Untuk Dunia
Universitas Syiah Kuala berhasil membangun pusat riset mitigasi tsunami dan bencana. Dirintis dan dipimpin oleh dua doktor yang terpacu oleh semangat para syuhada. Menghimpun para periset lokal dan mancanegara.
***
Dari lantai III gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), langit Ulee Lheue, Aceh, sore itu terlihat cerah keemasan. Tabir cakrawala dihiasi sepancaran pelangi. Senada dengan warna gedung milik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) itu, yang berbalut hijau, kuning emas, dan putih. Warna-warna yang melambangkan kejayaan dan cita-cita untuk berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman.
Read the rest of this entry »
Regulasi Penyiaran Selera Aceh
Gelisah pada mutu tayangan televisi nasional, KPID Aceh menawarkan qanun penyiaran lokal. Dikritik mengabaikan kemajemukan dan mengumbar sensor berlebihan. Kenapa DPR Aceh masih diam?
***
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Aceh, awal Maret lalu, merilis Rancangan Qanun (Raqan) tentang Program dan Isi Siaran Lembaga Penyiaran di Aceh. Beberapa muatan khas yang masuk ruang lingkup pengaturan draf berisi 28 pasal itu, antara lain, penghormatan pada syariat Islam di Aceh, pedoman kesopanan dan kesusilaan, serta bab sensor.
Read the rest of this entry »
Pelajaran dari seorang, Susan Boyle – Winner Britain’s Got Tallent -
BULAN April 2010, memasuki minggu ketiga. Udara di Banda Aceh tak seperti hari-hari sebelumnya yang panas dan sangat “menggigit “ kulit. Warna kulit saya yang hitam, semakin terlihat hitam (meski masalah kulit tak sepenuhnya menyalahkan matahari) .
Minggu ketiga bulan april, adalah hari-hari yang sangat padat. Saya beserta rekan-rekan kerja di tim Training Knowledge Management, EO yang baru kami bentuk, mempersiapkan target-target pencapaian yang harus kami kejar. April adalah bulan kedua kami (saya dan teman teman) bergabung dalam EO yang kami bentuk sendiri
Read the rest of this entry »
Dari Mantan Pejuang GAM Menjadi Aktivis Lingkungan
Beberapa mantan pejuang GAM direkrut menjadi penjaga hutan. Ulu Masen diakui dunia sebagai hutan penyerap karbon. Bisa menghasilkan US$ 26 juta dalam konteks perdagangan karbon.
***
Sebuah papan besar dan panjang berisi ajakan menjaga hutan terpampang jelas. “Rakyat makmue beusare”, begitu tulisan di papan tersebut. Hutan kita jaga, maka rakyat makmur bersama, demikian kira-kira terjemahan lepas dari bahasa Aceh ke Indonesia. Papan yang terletak di pinggir hutan Ulu Masen itu menandai sebuah stigma baru yang beredar di masyarakat Aceh pada saat ini.
Read the rest of this entry »
Dari Pamulang Sampai Aceh
Pedal
aman Aceh dijadikan sebagai kamp pelatihan kelompok bersenjata, diduga teroris. Gerombolan teroris Aceh ini ditengarai terkait dengan jaringan teroris Dulmatin yang digulung polisi di Pamulang, selatan Jakarta. Penyergapan di Pamulang menewaskan tiga lelaki, satu di antaranya disebut-sebut sebagai Dulmatin, gembong teroris internasional buronan Interpol dan CIA.
***
Kawasan yang menggemparkan itu letaknya sekitar 15 kilometer arah timur Kota Jantho, ibu kota Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dari Kota Banda Aceh hanya terpaut 75 kilometer arah timur. Karena lokasinya di pedalaman hutan dengan topografi perbukitan terjal, selama ini kawasan Krueng Linteung di Perbukitan Jalin itu luput dari perhatian masyarakat Aceh.
Read the rest of this entry »

The Journey of Hendra 



