<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.8.2" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>The Journey of Hendra</title>
	<link>http://hendrasyahputra.com</link>
	<description>Perjalanan Memaknai Kehidupan, Ketika Bertemu Banyak Orang, Melihat Banyak Hal dan Menuliskannya Dengan Hati.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2010 04:10:45 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Trudabusatur Muda Mengincar Rekor Dunia</title>
		<description><![CDATA[Muda Balia berkecimpung dalam seni peugah haba sejak kelas IV sekolah dasar. Banyak yang menyetarakan kemampuannya berhikayat dengan seniman kondang Aceh, Adnan PMTOH (almarhum).
Semangat dan energi Muda Balia, sang trudabur muda dari Aceh Selatan, betul-betul menggebu. Setelah mengantongi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai trubadur atawa penutur hikayat Aceh yang beraksi 26 jam tanpa [...]]]></description>
		<link>http://hendrasyahputra.com/2010/03/13/trudabusatur-muda-mengincar-rekor-dunia/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Lelaki dari &#8220;Negeri Lima Menara&#8221;</title>
		<description><![CDATA[SEBUAH BUKU SAYA LIHAT di deretan Best Seller Gramedia sekitar hampir setahun yang lalu. buku itu berjudul Negeri Lima Menara. sekilas dari judulnya terlihat unik. pikiran saya menerawang dan menyangka ini buku tentang perjalanan sang penulis ke lima Negara. Ternyata tidak. Dugaan msaya melesat. Buku ini tentang kisah perjuangan penulis semasa sekolah di sebuah pesantren [...]]]></description>
		<link>http://hendrasyahputra.com/2010/03/01/lelaki-dari-negeri-lima-menara/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bangkit Dengan daya Sendiri</title>
		<description><![CDATA[TIDAK MUDAH memasuki kawasan Desa Indah di kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah. Jaraknya dari Kota takengon adalah 60-70 kilometer. Jarak nya dari Banda Aceh sekitar 522 kilometer. Jalan nya berdebu karena terdiri Dario bebatuan dan pasir, belum kunjung dilapisi aspal
Pada saat terjadi bencana yang disusul tsunami pada 26 Desember 2004, kawasan yang merupakan hasil pemekaran [...]]]></description>
		<link>http://hendrasyahputra.com/2010/03/01/bangkit-dengan-daya-sendiri/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ketika Tanah Bergoyang dan Air Bah Menerjang</title>
		<description><![CDATA[Pat Ujen yang Han Pirang, Pat Prang Yang Han reda / tidak ada hujan yang tidak berhenti, tak ada perang yang tak selesai
Peribahasa Aceh di atas, mengungkapkan betapa panjang nya konflik di Aceh, tiga puluh dua tahun, di susul Gempa dan gelombang pasang tsnunami, 26 Desember 2004. Atas kehendak Allah, semua bias selesai dan reda
***
Bumi [...]]]></description>
		<link>http://hendrasyahputra.com/2010/03/01/ketika-tanah-bergoyang-dan-air-bah-menerjang/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Lima Tahun Setelah Tsunami, Lalu&#8230;</title>
		<description><![CDATA[LIMA TAHUN SILAM, persisnya 26 Desember 2004, adalah saat yang paling menyesakkan bagi bangsa Indonesia. Hanya dalam hitungan tak sampai setengan jam, gempa besar dan gelombang tsunami memorak-porandakan sebagian wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Tak hanya bangunan dan infrastruktur yang hancur. Bencana itu pun memakan korban lebih dari 200.000 jiwa. Puluhan ribu orang kehilangan orang [...]]]></description>
		<link>http://hendrasyahputra.com/2010/03/01/lima-tahun-setelah-tsunami-lalu/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Dari Muhammad Yunus untuk Kaum Miskin</title>
		<description><![CDATA[SETIAP AKHIR PEKAN saya selalu menyempatkan diri membaca buku. Membaca buku, merupakan semacam perjalanan batin saya setelah berkutat dengan kerja yang ritmenya tak pernah bisa ditebak. Jadi, akhir pekanlah waktu yang saya persiapkan untuk memenuhi hobi saya, yaitu membaca.
Minggu ini saya mengulang yang keenam kali, membaca buku Muhammad Yunus, Bank Kaum Miskin. Nama Muhammad Yunus, [...]]]></description>
		<link>http://hendrasyahputra.com/2010/03/01/dari-muhammad-yunus-untuk-kaum-miskin-2/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pahlawan Is Hero&#8230;</title>
		<description><![CDATA[LIMA TAHUN YANG LALU saya ketemu seorang wanita warga negara asing, namanya Sarah Henderson. ia seorang janda berusia 60 tahun, pensiunan, tinggal di New York Amerika Serikat. Setelah bencana tsunami menghempas Aceh, dia mencairkan tabungan pensiunnya dan pergi ke negeri Serambi Mekkah ini. Dengan uangnya sendiri ia membangun kembali rumah-rumah warga Lamno, di Aceh Jaya. [...]]]></description>
		<link>http://hendrasyahputra.com/2010/03/01/225/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mental Miskin atau kemiskinan strukturalkah?</title>
		<description><![CDATA[SETAHUN YANG LALU saya menonton sebuah sinema Indonesia, di Laptop. Saya menonton sebuah film yang menurut saya boleh menjadi salah satu referensi untuk guru dalam mendidik, untuk orang kaya agar tak sombong, untuk kita semua agar lebih peduli lingkungan : Laskar Pelangi.
Bagi yang sudah menonton, lebih kurang pasti tahu ceritanya. Bagi yang belum akan saya [...]]]></description>
		<link>http://hendrasyahputra.com/2010/03/01/mental-miskin-atau-kemiskinan-strukturalkah/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Cinta Dalam Seekor Nyamuk</title>
		<description><![CDATA[
DESEMBER 2009 BERAKHIR. Musim hujan mulai datang di Bulan Januari 2010. Langit Banda Aceh berwarna biru cerah. Indah. Jarang sekali terlihat di tempat yang lain. Aku baru saja menyelesaikan tulisan panjang tentang lima tahun pasca gempa dan tsunami di Aceh. Persiapan untuk tulisan ini cukup matang dan manjang.
Aku menuliskan laporan panjang ini untuk edisi khusus [...]]]></description>
		<link>http://hendrasyahputra.com/2010/03/01/cinta-dalam-seekor-nyamuk/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Balada Negeri</title>
		<description><![CDATA[&#8230;Bukan lautan, hanya kolam susu,
&#8230;kail dan jala cukup menghidupimu,
&#8230;tiada badai tiada topan kautemui,
&#8230;ikan dan udang menghampiri dirimu.
&#8230;orang bilang tanah kita tanah surga,
&#8230;tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”
(berfikir sejenak)
Ini sepenggal syair lagu dari Nusantara yang dibawakan oleh Koes Plus. Indonesia digambarkan begitu subur dan kekayaan yang melimpah dari sumber bumi. Bayangkan harta berupa emas, perah, minyak [...]]]></description>
		<link>http://hendrasyahputra.com/2009/08/16/balada-negeri/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
