Kredibilitas Plus Kejujuran

Dalam Kamus Wikipidia Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Aplikasi umum yang sah dari istilah kredibilitas berkaitan dengan kesaksian dari seseorang atau suatu lembaga selama persidangan. Kesaksian haruslah kompeten dan kredibel apabila ingin diterima sebagai bukti dari sebuah isu yang diperdebatkan.

Kredibilitas dari saksi atau pihak tergantung kepada kemampuan hakim atau juri (di negara yang menggunakan sistem juri) untuk mempercayai dan menyakini apa yang ia katakan, dan terkait dengan akurasi dari kesaksiannya sendiri terhadap logika, kebenarannya, dan kejujuran. Kredibilitas pribadi tergantung pada kualitas dari seseorang yang akan mengarahkan juri untuk percaya atau tidak percaya kepada apa yang ia katakan.

Saya tertarik dengan kata Kredibilitas. Kredibilitas yang berasal dari kata “Credible” yang artinya dapat di percaya, sementara Credibility artinya kepercayaan atau keadaan dapat di percaya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kredibilitas adalah Kepercayaan. Kredibilitas yang baik sangat dibutuhkan oleh setiap orang baik dilingkungan yang paling kecil yaitu keluarga maupun yang paling besar yaitu organisasi/ pemerintah./ masyarakat.


Kredibilitas terbentuk berdasarkan beberapa kejadian sehingga terakumulasi membentuk suatu rangkuman analisa terhadap diri seseorang atau individu. Kredibilitas ini tidak mengenal pangkat, jabatan, status seseorang dan lain sebagainya. Saya pernah baca buku dari salah satu tokoh wanita sukses asal Jawa Timur. yang turut membesarkan John Robert Power di Indonesia. Dia bilang kredibilitas terdiri dari Kepercayaan, Kejujuran dan Inovasi.
 

Kisah kredibilitas

Kenapa saya tiba-tiba ingin mengurai kisah kredibilitas ini menjadi artikel di akhir pekan untuk selanjutnya dengan penuh kosentrasi saya tulis.  Duh, betppa ini pelajaran yang sangat berarti bagi saya untuk saya paparkan

 

Pasalnya, seminggu lalu saya mendapatkan pekerjaan extra dari istri saya, untuk mengurus, dana dukungan pendidikan dari daerah, katakanlah seperti beasiswa (tentu saja ini saya lakukan dengan surat kuasa istri saya, disamping karena kasih sayang dan ingin meringankan beban berfikir istri saya (ehemm)

 

Seperti biasa, saya selalu memulai tugas apapaun, dengan memetakan terlebih dahulu, siapa yang musti ditemui, diajak diskusi, sampai menyediakan waktu untuk menelpon, membuat  janji dan menemuinya. Sebuah pergulatan yang serius dan panjang, namun indah jika hasilnya Manis

 

Saya menemui beberapa orang yang direkomendasikan istri saya untuk saya temui. Mulai dari sosok yang garang (kesanya darah tinggi-red), ada yang pemalu (cendrung malu-maluin), ada yang berbibawa (pengen dianggap-red), dan ada pula yang dari mukanya bisa saya gambarkan dia seorang penipu ulung (muna person alias munafik)

 

Duh, kalau udah begini, capee deh, tapi saya nggak boleh kalah dengan keadaan dan tampilan seseorang, meski terkadang sering benarnya.hmm

 

Kembali ke urusan itu, setelah membereskan semua administrasi dan kelengkapan pencairan dana beasiswa tersebut, akhirnya dani tersebut dijanjikan bisa dicairkan seminggu lagi. Tibalah waktunya seminggu kemudian saya menemui panitia nya. Apa yang saya dapatkan, alasan-alasan yang tidak masuk Akal. Mulai alasan, belum ditandatangani, belum cair, belum ini, belum itu.

 

Padahal dengan mata kepala saya sendiri, saya melihat bahwa dana tersebut sudah ada daftar pencairan nya. Saya bingung, kenapa seorang oknum aparat pemerintah, berani seperti ini. Keterlalauan, meskipun saya pada akhirnya berfikir ini hádala oknum.

 

Setelah perdebatan panjang, katakalah namanya Mr. A, mengatakan lepada saya akan mentransfer keesokan harinya. Tunggu punya tunggu akhirnya harinya tiba. Pukul 14.00 selesai jum’at saya dutelpon, beliau mengatakan. “mohon mar Pak, uangnya baru bisa dikirimkan separohnya, separoh lagi senin ya pak, soalnya ada yang belum keluar dananya”, demikian beliau mengatakan

 

Saya istigfar, sambil marah juga dalam hati. Ini orang pasti sudah kehilangan rasa malu, sehingg mau mengabaikan ucapanya sendiri aliat tidak tepat kanji dengan cara mengelabui dan mebohongi orang lain, dalam hal ini saya. Saya tidak menyalahkan ini dilakukan ole seorang PNS, karena saya pikir ini pasti oknum, namun akan merusak citra korp PNS itu sendiri

 

 Berikutnya, saya konfirmasi kembali lepada beliau, perihal ketelatan dan transfer yang dinajikan tak kami tarima. Hasilnya, handphone dimatikan dan tak bisa komunikasi apapun. God, semakin buruk citranya dimata saya.

 

Kinerja yang buruk

Sepertuinya perlu penilaian kinerja ketika seseorang akan ditempatkan di tempat tugasnya, seperti mengurusi hal yang menjadi kendala layaknya urusan Beasiswa. Penilaian tentang kinerja individu karyawan semakin penting ketika perusahaan akan melakukan reposisi karyawan. Artinya bagaimana perusahaan harus mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja. Hasil analisis akan bermanfaat untuk membuat program pengembangan SDM sacara optimum. Pada gilirannya kinerja individu akan mencerminkan derajat kompetisi suatu perusahaan. Apakah sebenarnya arti kinerja itu? Berikut saya kutip ulasan yang ada dalam buku “Performance Appraisal”, karangan Veithzal Rivai Ahmad Fawzi MB, 2005, Rajagrafindo Persada, yang saya sarikan dari tulisan Prof Tb. Sjafri Manguprawira

Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Jika dilihat dari asal katanya, kata kinerja adalah terjemahan dari kata performance, yang menurut The Scribner-Bantam English Distionary, terbitan Amerika Serikat dan Canada (1979), berasal dari akar kata “to perform” dengan beberapa “entries” yaitu: (1) melakukan, menjalankan, melaksanakan (to do or carry out, execute); (2) memenuhi atau melaksanakan kewajiban suatu niat atau nazar ( to discharge of fulfill; as vow); (3) melaksanakan atau menyempurnakan tanggung jawab (to execute or complete an understaking); dan (4) melakukan sesuatu yang diharapkan oleh seseorang atau mesin (to do what is expected of a person machine). Beberapa pengertian berikut ini akan memperkaya wawasan kita tentang kinerja.

Saya kutif kembali tulisan Barak Prof. Tb Sjafri manguprawira. Pakar SDM ini mengatakan ada beberapa hal yang akan memperkuat dan memperkaya wwawasan didalam bidang kinerja, antara lain :

  1. Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk pada tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta (Stolovitch and Keeps: 1992).
  2. Kinerja merupakan salah satu kumpulan total dari kerja yang ada pada diri pekerja (Griffin: 1987).
  3. Kinerja dipengaruhi oleh tujuan (Mondy and Premeaux: 1993).
  4. Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan, seseorang harus memliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya( Hersey and Blanchard: 1993).
  5. Kinerja merujuk kepada pencapaian tujuan karyawan atas tugas yang diberikan (Casio: 1992).
  6. Kinerja merujuk kepada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kinerja dinyatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik (Donnelly, Gibson and Ivancevich: 1994).
  7. Pencapaian tujuan yang telah ditetapkan merupakan salah satu tolok ukur kinerja individu. Ada tiga kriteria dalam melakukan penilian kinerja individu, yakni: (a) tugas individu; (b) perilaku individu; dan (c) ciri individu (Robbin: 1996).
  8. Kinerja sebagai kualitas dan kuantitas dari pencapaian tugas-tugas, baik yang dilakukan oleh individu, kelompok maupun perusahaan (Schermerhorn, Hunt and Osborn: 1991).
  9. Kinerja sebagai fungsi interaksi antara kemampuan atau ability (A), motivasi atau motivation (M) dan kesempatan atau opportunity (O), yaitu kinerja = ƒ (A x M x O). Artinya: kinerja merupakan fungsi dari kemampuan, motivasi dan kesempatan (Robbins: 1996). Dengan demikian, kinerja ditentukan oleh faktor-faktor kemampuan, motivasi dan kesempatan. Kesempatan kinerja adalah tingkat-tingkat kinerja yang tinggi yang sebagian merupakan fungsi dari tiadanya rintangan-ringtangan yang mengendalakan karyawan itu. Meskipun seorang individu mungkin bersedia dan mampu, bisa saja ada rintangan yang menjadi penghambat.

Sehubungan dengan itu, kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkan. Jika dikaitkan dengan performance sebagai kata benda (noun) di mana salah satu entrinya adalah hasil dari sesuatu pekerjaan (thing done), pengertian performance atau kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseoarng atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral atau etika. 

Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak berdiri sendiri, tapi berhubungan dengan kepuasan kerja dan tingkat imbalan, dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan dan sifat-sifat individu. Oleh karena itu, menurut model partner-lawyer (Donnelly, Gibson and Invancevich: 1994), kinerja individu pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor; (a) harapan mengenai imbalan; (b) dorongan; (c) kemampuan; kebutuhan dan sifat; (d) persepsi terhadap tugas; (e) imbalan internal dan eksternal; (f) persepsi terhadap tingkat imbalan dan kepuasan kerja. Dengan demikian, kinerja pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal, yaitu: (1) kemampuan, (2) keinginan dan (3) lingkungan.

Oleh karena itu, agar mempunyai kinerja yang baik, seseorang harus mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mengetahui pekerjaannya. Tanpa mengetahui ketiga faktor ini kinerja yang baik tidak akan tercapai. Dengan kata lain, kinerja individu dapat ditingkatkan apabila ada kesesuaian antara pekerjaan dan kemampuan. Kinerja individu dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Kepuasan kerja itu sendiri adalah perasaan individu terhadap pekerjaannya. Perasaan ini berupa suatu hasil penilaian mengenai seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan mampu memuaskan kebutuhannya.

Kepuasan tersebut berhubungan dengan faktor-faktor individu, yakni: (a) kepribadian seperti aktualisasi diri, kemampuan menghadapi tantangan, kemampuan menghadapi tekanan, (b) status dan senioritas, makin tinggi hierarkis di dalam perusahaan lebih mudah individu tersebut untuk puas; (c) kecocokan dengan minat, semakin cocok minat individu semakin tinggi kepuasan kerjanya; (d) kepuasan individu dalam hidupnya, yaitu individu yang mempunyai kepuasan yang tinggi terhadap elemen-elemen kehidupannya yang tidak berhubungan dengan kerja, biasanya akan mempunyai kepuasan kerja yang tinggi.  

Yang menjadi pertanyaan, adakah hubungannya dengan peristiwa diatas?, sepertinya memeng ada hubungan yang sangat kuat, antara kredibilitas, kejujuran dan kinerja dalam mengatasai kebobrookan mental pekerja. Mari Kita teliti

 

Artikel

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Leave Comment

(required)

(required)