Mengkritisi Kembali Makna Keterbukaan

Saya membaca sebuah buku. bertajuk “Finding your strength in life”. Buku ini memang bagus dan sesuai di baca oleh semua orang termasuk kita. Mencari kekuatan diri sebelum memimpin dan mengemudi negara amat diperlukan. Ini kerana, tanpa kekuatan dalam diri kita. Besar kemungkinan kita tidak akan dapat menghasilkan keputusan yang terbaik untuk diri kita dan orang lain. Lebih malang kalau keputusan yang dibuat akan menyusahkan dan membebankan diri orang lain. 

Membaca buku ini, banyak cerita dan keterbukaan sedikit semi sedikit aku pahami mananya. Be open.Kononnya, pemerintah di zaman ini adalah pemerintah yang terbuka dan bertanggungjawab. Adakah anda berfikir demikian? Mungkin ada benarnya, tapi bukan segalanya. Adakalanya, kita tidak perlu terbuka dalam semua perkara terutamanya jika keterbukaan yang kita cari boleh menyebabkan perselisihan pendapat dikalangan masyarakat di lingkungan kita.

Mungkin pemimpin, atau siapa saja boleh belajar untuk menjadi lebih terbuka dalam maksud yang lebih baik. Terbuka untuk menyampaikan rahasia dan perkara yang ingin di ketahui oleh orang lain. Supaya lawan bicara dan orang lain tidak keliru dan sangsi dengan apa yang mereka lakukan. Tidak ada apa yang perlu mereka takutkan jika apa yang berlaku adalah benar.

“It is hate and suffering that prosper in secret”
Apa yang saya harapkan, kalau sudah terbuka dengan orang lain. Cermin hati, itu jawabanya. Cermin sejati bercermin atau berdiri di depan cermin, melihat refleksi diri di atas permukaan perak atau lembaran tipis alumunium yang demikian rata dan mengkilapnya disapukan di permukaan kaca. Dulunya mungkin anda akan langsung melihat pantulan bayangan anda itu di permukaan logam, di permukaan cermin Aranmula kannadi misalnya, atau cermin tembaga yang bisa anda temukan di musium atau di koleksi mbah buyut atau nenek buyut anda.

Kalau anda punya alat pengukur reaksi saraf mata anda yang bisa dengan tepat mengukur saat anda muncul di depan cermin sampai saraf mata anda dan juga otak anda menerima rangsangan dalam bentuk gambar pantulan diri anda di permukaan cermin anda tentu bisa melihat bahwa ada seper sekian ribu detik atau mungkin juta detik, beda waktu antara untuk dua kejadian itu; anda muncul di depan cermin dan anda melihat bayangan anda dalam pikiran anda, dalam otak anda atau dalam bagian otak yang berfungsi untuk mengenali bayangan anda di cermin itu.

Lalu, untuk menemukan betapa cantik dan gantengnya anda dengan membandingkan tubuh anda, wajah anda dengan tubuh dan wajah yang ada dalam memori anda, tentu butuh beberapa detik lagi, atau mungkin saja beberapa menit, hingga anda puas dan mengatakan;”Oh, mata saya indah bak bola pingpong, oh bulu mata saya lentik bak bulu ijuk, ups, bak kanopi mungil. Oh, bibir saya dower bak bibir mik jeger atau anjelina joli,” Sukur bukan joli pengantin, hehehe , dan banyak lagi yang bisa anda bandingkan, pipi anda, leher, eh dagu dulu dong, telinga , hehehehe sisanya anda teruskan sendiri ya, tapi bagian dada dan paha, jangan terlalu banyak dibahas, nanti bisa keburu basi dan para penjual fried chicken bisa marah karena kelamaan di proses quality control untuk test kesegaran paha dan dadanya. 

Maaf saya melantur. Itu baru urusan fisikal yang anda coba lihat dan bercermin dengan ukuran yang anda punya. Lalu bagaimana dengan cermin atas perilaku anda, tentu anda butuh cermin yang bersih, yang bening atau sempurna agar lalu anda bisa melihat refleksi diri anda dengan baik dan jelas, dan alami atau apa adanya. Untuk cermin benaran, tentu permukaan cerminnya itu mesti rata, bersih dan lapisan tipisnya itu dibuat dengan baik, mulus, mengkilap dan merata. Di dalam melihat refleksi perilaku anda, ini berarti dibutuhkan kejujuran anda, keterbukaan anda, kesabaran anda, kerendahan hati anda dan yang paling utama adalah keberanian anda untuk menerima fakta tentang diri anda itu sendiri.

Kejujuran di sini bukan berarti anda mengatakan semua kejelekan anda di depan umum, keterbukaan bukan berarti anda buka-buka semua baju-celana di depan umum, kesabaran bukan berarti menunggu sambil tidur dan kerendahan hati itu bukan berarti anda harus diam dan menerima semua penghinaan, tentu tidak.

Selain yang disebut di atas, untuk bisa bercermin dengan baik, anda mesti punya tolak ukuran atau pembanding yang baik dan layak dipercaya, kualitas nomor satu, agar penilaian dan pengukurannya bisa tepat dan layak pakai, ya sesuai SNI gitu.

Selanjutnya, sama seperti melihat bayangan di cermin betulan atau cermin kaca beneran, anda membutuhkan sumber cahaya agar anda bisa melihat dengan jelas, untuk hal spiritual hal ini adalah kejernihan hati, kebeningan batin anda yang akan memancar dan menerangi aktivitas anda bercermin ke dalam, agar anda bisa melihat siapa diri anda itu sesungguhnya pada saat itu dan apa saja yang perlu anda benahi dan perbaiki dalam diri anda

Kejernihan inilah yang anda latih dengan metode latihan spiritual, apakah itu meditasi, dzikir, dll, atau pelatihan itu akan mendorong atau membantu munculnya cahaya batin anda, namun tentunya anda mesti menjaga laku anda agar selaras dengan ajaran spiritual itu selaras dengan esensi kebaikan agar cahaya itu tidak buram atau terganggu pancarannya

Selanjutnya adalah proses mengamati yang mesti anda jalani dan coba sendiri. justify Awalnya tentu anda akan malu melihat bagaimana congkaknya diri anda sendiri, bagaimana jahatnya ada terhadap orang lain dan bagaimana jeleknya isi hati anda, dan umumnya dengan niat baik untuk memperbaiki diri, anda akan berani melihat itu semua dan memunculkan tekad untuk berubah, sesudahnya tentu proses perbaikan diri, sedikit demi sedikit, dari pikiran, ucapan dan perbuatan anda akan timbul proses perbaikan, berkurang yang buruk, tambah yang baik. Pada akhirnya yang ada adalah pribadi yang terkendali, baik dan penuh kasih

Ketika proses itu telah berlangsung dan kepekaan anda itu makin baik, bisa style saja anda akan memperoleh kemampuan untuk bisa memahami akibat dari sesuatu aktivitas yang akan anda lakukan entah itu dari pikiran, ucapan atau perbuatan fisik yang akan anda lakukan. Misalnya saja anda merasa tidak enak untuk melakukan suatu perjalanan ke luar kota misalnya dan lalu anda mengikuti apa yang anda pahami itu, menunda sejam misalnya atau setengah jam, sampai lalu anda merasa nyaman untuk melakukan perjalanan itu dan ternyata perjalanan anda lancar saja, namun seringkali kalau anda tidak mengikuti apa yang anda pahami itu, akan terjadi kecelakaan atau kejadian yang kurang menyenangkan bagi anda.

Proses itu sama dengan apa yang akan anda alami ketika anda akan mengatakan sesuatu dan lalu ada semacam pemahaman kalau apa yang akan anda katakan itu akan menghasilkan akibat yang tidak menyenangkan, dan memang kalau itu diteruskan hasilnya jadi tidak menyenangkan, sebaliknya jika itu tidak diucapkan akan aman-aman saja.

Kemampuan semacam itu timbul dengan berkembangnya kepekaan anda, kebersihan batin anda dan kepasrahan/keikhlasan anda dalam menjalani hidup dan dari luar atau secara fisik penampilan orang-orang yang memiliki kemampuan ini tidak berbeda dengan orang kebanyakan, mereka tidak seperti superman, namun, kemampuan itu sebetulnya bisa mencegah mereka untuk tidak melakukan dosa atau menanam karma buruk dari kesalahan melalui pikiran, ucapan dan perbuatan, dan ada sahabat yang mengatakan bahwa kemampuan yang terbaik yang perlu dimiliki dalam perjalanan spiirtual adalah kemampuan untuk menghapuskan karma buruk akibat dari perbuatan di masa lalu, rasanya mungkin seperti inilah kemampuan itu, bukan dengan menghapus karma buruk itu seperti anda menghapus tulisan pinsil di atas kertas hvs putih dengan penghapus, namun dengan menerima buah karma buruk itu dengan ikhlas yang dengan demikian anda terlah mengurangi banyak sekali porsi beratnya karma yang anda tuai itu.

Dengan kemampuan anda untuk bisa mengendalikan diri dan memahami akibat dari sesuatu perbuatan yang akan anda lakukan, anda bisa mencegah perbuatan buruk yang mungkin anda lakukan karena anda lahir sebagai anda yang punya kekurangan dari sifat buruk yang anda pupuk selama perjalanan hidup anda selama ini. Inilah cermin sejati itu dan inilah kemampuan batin yang sesungguhnya mesti anda temukan

Disisi lain, keterbukaan dan kesungguhan mencintai sesuatu, memang butuh perjuangan dan sulit. Tapi saya yakin, anda sudah mencobanya (aku, kamu, anda, mereka, dia dan kalian……..). Semoga

Artikel

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Leave Comment

(required)

(required)